Jumat, 19 Februari 2016

Hunting Wedding Venue di Daerah Tangerang

Hunting tempat buat resepsi itu ternyata susah yaa. Apalagi dengan budget yang super ketat tapi maunya tempat yang bagus dan berkesan. Diperparah lagi dengan keinginan gue dan cami yang beda banget, gue maunya outdoor dan dia maunya indoor. Yaa emang sih, bulan november itu identik dengan hujan. Tapiii kan klo outdoor bagus2 gimana gtu. Oiya, akhirnya kita memutuskan mengadakan resepsi walopun beda sebulan dari akad nikah (yeayy...).

Jadi waktu menentukan venue, kita harus mikirin jarak dari rumah ke venue dan apakah venuenya mudah dijangkau oleh tamu undangan serta vendor (ga pake nyasar dan nyusahin), sesuai dengan budget, dan yang pasti tempatnya bagus. Dan mulailah kita setiap weekend mencari tempat yang "dianggap' mudah itu. Klo weekdays nya ya hunting lewat google aja buat referensi.

Berikut review beberapa tempat yang sempat kita datangin (karena waktunya mepet jadi hanya beberapa deh):

1. Djoglo Ageng.

Ini lokasinya ada di daerah ciputat. Aksesnya agak susah karena bukan di jalan utama. Dan nama tempatnya pun ga gtu keliatan jadi bawa kendaraannya harus pelan2 biar ga kelewatan. Bentuk bangunan dari depan sih seperti rumah biasa dengan tembok gerbang yang agak tinggi sehingga menutupi bangunan di dalamnya. Bangunannya jawani banget dan semi outdoor. Mereka menyediakan paket sewa (catering, dekorasi standard) berdasarkan tamu undangan start from Rp 45 juta. Kalau mau liat bagian dalamnya pastikan buat janji dulu ya, takutnya yang jaga lagi ga ada. Parkirannya bagian dalam sempit tapi katanya sih nanti disediakan parkir di bagian samping (belum pernah liat sih..). Oiya, disini rekanannya hanya 2 dan klo mo bawa dari luar pihak Djoglo Ageng harus melakukan test food terlebih dahulu.

2. Aula Masjid Shiraatal Mustaqien.

Masjidnya terletak di dekat exit tol serpong dari arah karawaci. Kalau ga salah sih ini masih punyanya jasa marga. Pas datang survei kesana, nyari penjaganya sampe ke tower karena ga ada orang sama sekali. Pas ketemu lalu diantar lewat pintu belakang ke bagian sekretariat nya. Setelah ngobrol2 dan ditunjukkin area aula yang akan dipakai, lalu kemudian ngomongin harga sewa yaitu sekitar Rp. 13,5 juta (fasilitas standard). Parkir luas, aulanya bagus, rekanannya juga oke2.

3. Aula Masjid Raya Asmaul Husna.

Masjidnya cantik banget lokasinya ada di daerah perumahan gading serpong. Harga sewanya Rp 10 jt (weekdays) dan Rp 13,5 jt (weekend). Yang bikin ga sreg karena ceilingnya rendah dan harus DP 50% dulu baru bisa melakukan test food.

4. The Spring Club.

Ini masih di area perumahan gading serpong. Tempatnya sih keren banget. Punya 3 ruangan yang bisa di buka berdasarkan jumlah tamu undangan. Harga paketnya mulai dari Rp 75 juta (overrrr budgetttt). Pas kita datang sebenarnya lagi ada acara resepsi tapi karena cuma pake celana pendek ya ga jadi liat2 deh. 

5. Grand Serpong Kitchen.

Lokasinya di jalan raya Serpong dekat bunderan alam sutera, ada di pinggir jalan. Gedungnya warna dominan merah khas resto chinese gtu. Tempat yang dipakai ada di lantai atas dan sepertinya agak sempit, apalagi tangganya lumayan tinggi. Kasian sama yang udah sesepuh klo harus naik turun tangga itu. Harganya klo ga salah sih per pax start from Rp 119 ribu. Tapi lupa minimal harus ambil berapa. Oiya, disini dalam sehari bisa ada 2 pesta dan dalam waktu yang sama lohhh. Jadi tambah rame kan (hehehe..0

6. Hotel Soll Marina.

Lokasinya masih di jalan raya serpong juga. Tempatnya bagus sih cuma kayanya tamu undangannya ga bisa banyak2 karena sempit. Parkirnya pun susah. Harga paket mulai dari Rp 25 jt.

7. Alam Sutera Sport Center.

Lokasinya pasti di Alam Sutera donk yah yang ini. Harga sewa tempatnya mulai dari Rp 6 juta (semi outdoor) dan harga paketnya mulai dari Rp 24 juta. Sehari bisa ada 4 acara (pagi, siang, sore, dan malam). Jadi yang dekor harus buru2 deh itu persiapannya tiap kali ganti acara. Dan fasilitas umum seperti berenang tidak ditutup ya walopun ada acara kaya gini (resepsinya plus pemandangan orang2 berenang). Dan karena lumayan murah, semua tanggal dan waktu udah full book teman2.

8. Alam Sutera Club House.

Lokasinya masih di dalam alam sutera. Klo dari sport center masih harus masuk ke dalam lagi. Susahnya sih karena ga ada kendaraan umum yang lewat. Tapi tempat ini hanya menyediakan 1 acara per harinya. Jadi tempat bisa dipake dari pagi sampe malem. Harga sewanya Rp 8 juta. Rekanannya cuma 3. Tapi tempatnya bagus dan semi outdoor. Klo lagi ga musim kemarau sebenernya sih ada pemandangan danaunya.

9. Palem Semi Sport Center.

Lokasinya di perumahan palem semi tangerang. Harga sewanya Rp 6.5 juta. Ruangannya ada di bagian atas, dibawahnya ada kolam renang dan fasilitas umum tidak ditutup walopun ada acara. Ga sreg sama tempatnya karena selain harus naik tangga, ruangan yang disewakan ada 2 sehingga antara pelaminan dan tamu terpisah (yang satu ruang prasmanan dan yang satu ruang pelaminan).

10. Gedung Heartline.

Lokasinya ada di daerah perumahan karawaci. Ini mah 5 menit banget dari rumah. Tapi parkirannya sempit, kalopun overload bisa parkir di pinggir jalan. Sebenarnya sih klo di dekor lebih, tempatnya jadi bagus. Ga punya rekanan. Tapi tanggal yang dimau sudah full book. Harga sewanya mulai dari Rp 4,850 jt.

11. Masjid Walikota Jakarta Barat.

Lokasinya di kantor walikota Jakarta Barat dan tempat ini paling susah ketemu sama sekretariatnya apalagi via telpon. Ternyata setelah tanya sana sini, ya harus punya kenalan orang dalam atau keluarga dulu baru lebih gampang prosesnya. Setelah beberapa kali datang dan ga ketemu juga tapi ada orang yang ngasi no telpon pengurusnya. Jadilah di telpon langsung dan ternyata tempatnya udah full book sampai tahun 2016 (gileeee ya ndrooo...). Sewa nya murah sih cuma Rp 3 juta. Rekanannya banyak, parkirnya luas.

12. Omah Kebon.

Klo yang ini lokasinya di Bekasi. Ga sempat survei sih tapi karena punyanya temennya temen cami jadi dikirimin penawaran via email. Harga sewanya Rp 13.5 juta dan outdoor.

Tempat2 lainnya hanya nanya via telpon, karena kebanyakan untuk tahun 2015 sudah full book jadinya tidak di survei. Dan karena keterbatasan waktu juga sih.

Oiya akhirnya dari 12 tempat tersebut, kami memilih di Alam Sutera Club House karena memang kita maunya semi outdoor tapi dengan plan A dan plan B supaya acara tetap jalan walopun hujan turun. Dan cuma tempat itu yang setelah diitung2 budgetnya masuk, tempatnya bagus, dan tanggal yang kita mau masih available.

Sebenernya sih mau masukin beberapa foto sebagai gambaran (foto nyari di google ya) tapi kayanya lagi error ini blognya, nanti diupdate lagi ya klo udah bisa. Ato mungkin ada yang mau tau paket2nya dari tempat tersebut apa aja, boleh kirim email, nanti diusahakan dibales.

Happy huntinggg....

Selasa, 16 Februari 2016

Menikah... SIAP GRAK!!!

Jadi ceritanya di lebaran tahun 2015 kemarin, gue dan cami memang berencana untuk ngomongin soal nikahan (ciyeee... akhirnya) ke keluarganya dia di malang. So, pergilah kami ke Malang naik kereta api (yess.. kereta men). Dan tanggapan dari ortunya dia pada saat kita diskusi adalah "yasuda disegerakan saja klo memang sudah ada niatnya" (yeyeye lalala...).

Lalu gue dan cami mulai diskusi soal kapan akan dilaksanakannya, mengingat keluarga kami yang sama2 di luar kota (dia di malang dan saya di kalimantan). Cami bilang harus minta dicariin tanggal dari orang2 tua menurut hitungan jawa biar nikahannya langgeng. Okeehh jadilah dia minta dicariin ke mbahnya dan gue minta nenek cariin berdasarkan hitungan kalender tiongkok (iyesss saya masih ada keturunan). Suatu hari didapatlah tanggal yang berdasarkan hitungan itu, yaitu 2 Oktober 2015 dan 16 September 2016. Heee.. yang satu terlalu deket (belum kekumpul duitnya... hiks) dan yang satu lagi kenaapaaa jauh sekaliii (hiks.. hikss..). Akhirnya setelah melalui perdebatan, negosiasi, berantem, diem2an, kami memutuskan untuk melaksanakan akad nikah di 2 Oktober 2015 (akad aja ya, belom resepsinya..).

Tapi masalah nyatanya ga cuma itu donk. Sekarang masalahnya tempat akadnya mau dimana. Di rumah atau di masjid atau malah gampangnya aja deh di KUA. Kan tiap tempat pasti ada plus dan minusnya. Misalnya kalau acara diadaain di:

*Rumah:
(+) gratisss.. ga perlu bayar sewa tempat, tinggal ijin sama pengelola perumahan aja.
(+) persiapan bisa jauh2 hari.
(+) tidak terikat waktu pelaksanaan acara (tamu bisa leha2..).
(- ) rumahnya jadi agak berantakan.
(- ) parkirannya agak susah, numpang2 di depan rumah tetangga atau agak jauhan dikit ke tanah kosong.
(- ) takut penghulunya nyasar.

*Masjid:
(+) penghulu ga takut nyasar.
(+) parkiran tersedia.
(+) semua peralatan sudah disediakan oleh pihak masjid.
(- ) waktunya terbatas, misal hanya 2 jam atau 3 jam. Apalagi acara gue itu hari jumat, pasti cuma boleh bentar karena harus persiapan sholat jumat.
(- ) ada biaya sewa dan lainnya.
(- ) ga bisa bikin prasmanan, jadi hanya nasi kotak (irit sihh.. hehe)

*KUA:
(+) GRATISSSS... ga perlu siapin apa2, yang penting datang aja bawa keluarga.
(- ) Yaaa... hanya muat buat keluarga kan, secara tempatnya agak imut2. hehehe...

The choices is your guys... Tapi kalau kita sih akhirnya memilih untuk acara akadnya di rumah saja. Supaya, buat yang mau menunaikan ibadah sholat jumat bisa pergi ke masjid dan bisa balik lagi untuk kumpul dan makan siang.

Setelah tanggal dan tempat selesai, maka masalah selanjutnya adalah duit (jeng... jeng... jeng...). Menikah di rumah itu sebenarnya sih ga perlu biaya gede2, pasti ada aja yang ngasi sponsor (duhh aminnn.. aminnn) tapi kita tetap menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk persiapannya. Kan ga mungkin bikin acara di rumah tapi rumahnya ga ditutup tenda, makanannya tetap nasi kotak, dan lain2. Berbekal pengalaman kerja cami di bidang EO dan otak kreatip gue (hahaha...) maka semua perintilan ini akan kami siapkan berdua saja tanpa minta bantuan keluarga (kan keluarganya jauh, jadi takut merepotkan). Kalau disiapkan berdua jadi lebih tau berapa budget yang harus disiapkan, mana yang over budget dan harus di review ulang dan mana yang on budget atau malah jadi ketahuan mana yang bisa minta gratisan. 

Semua persiapan dari ngurus surat ke KUA, seserahan, cincin, busana dan tata rias akad, catering, dan mendekor rumah pun kami lakukan berdua. Ga exactly berdua banget sih, ada teman2 vendor yang bantu juga. Tapi tugas ngurusnya kita bagi dua biar jalannya lebih cepat. Yang paling bikin seneng selain acara akad nya yang sukses, juga budgetnya yang tetap on track. Tidak berlebihan dan tidak kekurangan (PAS!!!). Penting banget mengontrol budget disini karena sebenernya pengeluaran yang paling besar itu ada setelah nikahnya. Kita sih sebisa mungkin mulai dari akad sampe ke resepsi harus pake duit sendiri. Itu kenapa diatur sedemikian rupa supaya tidak terlalu over. Tapi nanti gue pasti review satu2 vendor yang ngebantu di acara akad sampai ke resepsinya.

Karena semuanya diurus berdua tanpa bantuan keluarga (capeng sekaligus wo..>_<), jadi kalau ditanya kapan capengnya istirahat atau perawatan diri? atau kan harusnya ga boleh ketemu, dipingit gtu... jawabannya adalah capengnya ga pake ritual perawatan diri dan di jam 1 dini hari aja (padahal akad di pagi hari jam 8) gue masih merangkai bunga dan cami masih masang2 tenda (hihihi...). Kita maunya acara akad ini sederhana tapi khidmat dan ga berantakan. Yah walopun masih ada kekurangan dikit2 di hari H, yang pasti kerja keras kita terbayar dengan pujian dari keluarga dan tamu yang datang. Ga nyangka aja dengan budget yang cukup di press tapi hasilnya tetap bagus dan memuaskan.

Jadi buat kalian yang ingin menikah tapi ngerasa berat di biayanya. Sebenarnya semua bisa diatasi, yang penting dari pihak wanita dan dari pihak pria harus tau dulu budget yang ada berapa dan apa saja harus dipersiapkan. Juga berdua harus mau saling bantu, jangan mikirnya hanya "kan cowoknya yang harus biayain semuanya". Nikah kan bedua berarti harus sama2 mengeluarkan biaya (duh.. maap klo ada yang tersinggung). Itu sih prinsip kita bedua, makanya kita ga ngerepotin keluarga dan mostly 99% budget dari kita bedua. Yang 1% nya itu sponsor dari keluarga. Selain biaya, waktu persiapannya pun bisa memicu terjadinya pertengkaran loh. Malah ada yang sampai ga jadi nikah dan itu juga hampir terjadi di kita. Tapi banyak2 doa, klo lagi berantem inget usaha yang sudah dilakukan sejauh ini, dan niat serta tujuannya menikah apa. Jangan cuma gara2 ga setuju sama warna tendanya trus ga jadi nikah (yaelahhh...). Nikah itu ibadah juga kan, menjauhkan dari perbuatan dosa. Dan yang penting juga harus siap lahir dan batin.

Senin, 15 Februari 2016

Kenapa Namanya CeritaMieGoreng???

Kenapa mie goreng? kenapa ga mie ayam? mie bakso? mie yamin? mie ini... mie itu.. Karenaaa dari semua mie yang ada, cuma mie goreng yang sanggup meruntuhkan pertahanan untuk tidak makan mie selama sebulan (hahaha..)

Tapi selain kecintaan sama mie goreng dan teman2 mie lainnya, sebenarnya menurut filosofi tiongkok, mie punya arti doa agar selalu panjang umur. Itu kenapa di setiap perayaan seperti ulang tahun pasti ada sajian mie nya. Yaah walopun sebenarnya mie itu sendiri ga gitu sehat buat dikonsumsi kalau kebanyakan. Entah karena bumbunya yang mengandung msg (mecin), mie nya diolah pake air abu (bahaya buat yang sakit maag), dan karena satu mangkok mie sama aja dengan 2 piring nasi (klo ga salah sih). Apapun alasannya baik ataupun buruk, sapa coba yang ga tergoda klo mencium bau indomie goreng.

Jadi kenapa namanya cerita mie goreng? karena selain cinta banget sama mie goreng, pengennya sih punya blog yang selalu diinget, disukai, dan long lasting aja (hihihi...). 

Say Hellooo...

Ahhh akhirnya buat blog juga setelah berbulan-bulan maju mundur syantikkk... hahaha..


Niat bikin blog sebeneranya sih awalnya karena terinspirasi pengalaman pribadi pas lagi nyari2 venue wedding. Waktu itu persiapan pernikahan hanya +/- 3 bulan dari tanggal lamaran (heh?!! seriously??). Okeh nanti kita bahas bagian memusingkan itu di artikel lain yaa. Dan niat lainnya adalah karena info yang pengen dicari kebanyakan dari pengalaman orang lain yang ditulis di blog, jadinya pengen ikutan menawarkan bantuan juga (yah semoga bisa terbantu).



Well, karena masih pemula dalam tulis menulis. Yang suka boleh baca, yang ga suka yah no problemo juga. Just have a sit, relax, and read. Here we go!!!