Kamis, 28 April 2016

Mencairkan Jamsostek aka BPJS Ketenagakerjaan... (part 3.2)

Hari selasa, 26 april 2016. Saya datang kembali ke bank BNI dan kali ini untuk proses pencairan jamsostek. Setelah dapat no antrian, saya langsung disuruh naik ke lantai 2 dan sebelum masuk ruangan, semua dokumen diperiksa kembali oleh security dan jika sudah lengkap maka bisa langsung masuk ke dalam. Lalu saya disuruh menunggu di dalam ruangan, nantinya semua peserta yang belum mengumpulkan dokumen akan dipanggil dan dokumen akan diurutkan sesuai no. antrian. Petugas yang mengurusi hanya ada 2 orang tapi prosesnya cukup cepat juga.

Pas nama saya dipanggil, saya langsung bilang "Alhamdulillah diproses" dalam hati sih. Terus data saya di verifikasi dan ditanya2 tanggal lahir, nama ibu, dan terakhir bekerja di perusahaan pertama which is yang baru diperiksa baru 1 kartu. Kemudian pas kartu kedua diperiksa, ternyata ada sedikit masalah yaitu kartu saya sudah terdaftar eklaim dan mereka tidak bisa akses datanya. Jadi kartu tersebut hanya bisa di proses di kacab dimana eklaim didaftarkan. Lalu mereka memberikan selembar note yang di cap dan ditandatangani petugas BNI yang ditujukan ke petugas kacab serpong agar kartu saya bisa diproses hari ini. Dan untuk kartu yang pertama sudah selesai prosesnya jadi tinggal menunggu pencairan dana kurleb 10 hari kerja (ternyata lebih lama pencairannya daripada di kantor jamsosteknya). Saya diberikan tanda bukti yang di cap dan ditanda tangan petugas bahwa no KPJ kartu pertama sudah selesai prosesnya.

Lalu saya langsung meluncur ke kacab BPJSTK serpong untuk proses kartu kedua. Setelah saya jelaskan ke security, kemudian mereka cek kelengkapan semua dokumen asli dan fc lalu dokumen ditaruh di meja petugas dan saya disuruh tunggu didalam untuk dipanggil. Tidak lama kemudian nama saya dipanggil dan di verifikasi data2nya lalu petugas bilang proses sudah selesai tinggal menunggu pencairan dana ke rekening yang dituju kurleb 7 hari kerja (see... beda kan masa pencairannya). Dan jika dana belum juga masuk, silahkan menghubungi no yang tertera di tanda bukti yang diberikan petugas untuk konfirmasi. Oiya, kalau mengurus di kantor BPJSTK nya boleh pake rekening tabungan apa aja ya, beda kalo ngurusnya di bank rekanan.

Update per hari ini Kamis, 28 April 2016. Dana saya dari kartu kedua yang proses pencairannya di kacab serpong sudah mengalir dengan sempurna di rekening saya (cuma 2 hari kerja sudah cair). Tinggal menunggu dana dari kartu pertama yang semoga tidak lama lagi juga udah bisa mengalir (aminnn...).

Sekian perjuangan saya dalam mencairkan dana JHT saya yang udah saya coba dari Oktober 2015 dan akhirnya selesai juga di April 2016 ini. (Thanks God). Selamat memperjuangkan hak teman2...

*update*

Per tanggal 3 May 2016 sekitar jam 3 sore, dana BPJSTK yang proses pencairannya melalui bank BNI sudah cair (6 hari kerja). Malam sebelumnya sempat cek saldo di website dan ternyata saldo saya sudah nol, artinya dana sudah siap di transfer ke rekening saya.

Mencairkan Jamsostek aka BPJS Ketenagakerjaan... (part 3.1)

Di part 3 ini saya akan cerita proses pencairan BPJSTK saya via Bank. Loh ko bisa via Bank? Nah itu juga saya baru tau pas datang ke kacab di serpong kemarin. Kata securitynya, ini untuk mengurangi antrian di kacab sehingga antrian yang sebelumnya bisa diproses lebih cepat, untuk pendaftar baru, dan hal ini sudah berjalan sekitar 2 bulan.

Jadi setelah dari kacab serpong, saya langsung meluncur ke salah satu bank rekanan yaitu BRI cabang Alam Sutra. Kebetulan sih memang pengen buka rekening BRI juga buat bisnis. Saya pikir posisi Bank BRI ini ada di deretan Bank BCA yang dekat flavor bliss ternyata masih jauh ya teman2, tepatnya di ruko dekat toko susuku. Klo dari lampu merah jalan utama sih lurus aja, ada di sebelah kanan agak nyempil dan ga sampai puter balik ko.

Sampai di Bank BRI nya sebelum turun mobil saya sempat doa dulu (hihihi... lebay yak X_X). Doa semoga antrianya ga panjang jadi bisa langsung dilayanin dan ga perlu bolak balik. Secara udah hamil masuk bulan ke 8 kan yaaa udah berat perutnya. Pas masuk bank langsung ditanya sama security keperluannya dan langsung aja saya bilang mau cairin jamsostek. Dan kayanya doa saya didenger sama Tuhan, banknya sumpah sepi banget. Cuma ada satu orang yang lagi dilayani oleh mba CS nya dan ga ada yang antri lagi. Sebenernya sih antara kagum sama bingung yaa. Masa iya jam makan siang gini ga ada yang ke bank, apa karena posisi bank nya yang nyempil dan agak jauh dari jalan utama dan jarang pula dilalui angkot makanya ga ada yang mau kesini? (ahh entahlah..) Saya beryukur aja jadi bisa langsung dilayani.

Security menanyakan berkas2 saya asli dan fotocopynya. Karena saya punya 2 kartu jamsostek maka berkas fotocopy harus dibagi 2 sesuai kartu masing2. Ternyata pas dicek, kata securitynya berkas saya yang asli sudah lengkap tapi yang fotocopy masih kurang 1 lbr yaitu KK. Terus bapaknya nawarin untuk fotocopy di CS aja tapi ternyata fotocopynya rusak. Jadi kata bapaknya, saya hari ini daftar dulu aja untuk ambil no antrian. Dalam 1 hari, bank ini hanya melayani 5 orang peserta yang ingin mencairkan dana jamsostek karena CS nya cuma satu dan harus berbagi dengan customer non jamsostek. Oalah, pantes sepi dan ga ngantri. Dan pas saya daftar pun, saya kebagian no antrian hari Jumat no.3 (fyi saya datang hari rabu). Saya kira bakal dapat no. antrian beberapa bulan kemudian seperti di kacab jamsosteknya. Tapi tetap saya masihg bertanya2 kenapa tidak ada antrian, kenapa tidak banyak orang yang kaya saya datang untuk sekedar bertanya, dan kenapa daftar antriannya pun sepiiii (mungkin klo proses sudah selesai, saya mo kepoin CS nya lah). Oiya, saya dipesanin sama security untuk jangan lupa fotocopy dokumen yang kurang, bawa materai lagi, berkas2nya di bagi ke 2 amplop yang berbeda, dan form pembukaan rekening baru nya diisi. Jadi pas dateng hari jumat, berkas sudah lengkap. FYI aja nih untuk proses pencairan di bank, peserta wajib buka rekening sesuai dengan bank cabang yang dipilih. Jadi misal sudah punya rekening di bank BNI cabang pamulang, tapi ngurus pencairannya di bank bni cabang alam sutra, maka peserta tetap harus buka rekening lagi di bank BNI cabang alam sutra. Ga boleh pake rekening tabungan lain ataupun dari cabang lain (ribet??! ya pastilah.. haha).

Hari Jumat saya datang lagi ke bank BRI cabang Alam Sutra dan kali ini saya sudah persiapan semua dokumen lengkap dan ga lupa doa sebelum masuk banknya (semoga lancar... Amin). Security yang sama langsung menyuruh saya menunggu untuk dipanggil oleh CS (kayanya itu security inget jadi dokumennya ga dicek lagi) dan lagi2 hanya ada 1 antrian. Saya ga liat antrian peserta jamsostek lainnya atau mungkin mereka udah selesai dilayani, tapi ini baru jam 9 pagi dan bank baru buka jam 8 pagi masa iya sudah beres (Hmm..).

Ga lama kemudian saya dipanggil sama CS nya, berkas saya diperiksa, kemudian proses buka rekening. Nah pas lagi masukin data, tiba2 terjadi perckapan seperti berikut:
Saya (S), Mba CS (CS)

CS: bu, ini nama ibu Rxxx Wxxx Axxx, Rxxx sama Wxxx nya di spasi atau digabung?
S: di spasi semua mba sesuai e-ktp saya.
CS: tapi ko nama ibu di data kemendagri Rxxx sama Wxxx nya di gabung?
S: loh ko bisa ya mba? kemarin memang KTP saya sempat salah bikin di kelurahannya tapi udah di revisi. Sekarang KTP dan KK udah sama kan? trus ktp saya kan udah e-ktp berlaku seumur hidup pula dan setau saya klo e-ktp itu udah online loh. Masa iya ga update?
CS: hemm.. saya kurang tau juga ya bu. Soalnya klo data di kemendagri beda sama ktp, kita ga bisa bukain rekening baru buat ibu. Karena nama yang akan dicetak di buku tabungan berdasarkan data dari kemendagri. Dan klo namanya beda, takutnya ntar kedepannya jadi ada masalah pas ibu mau bertransaksi.
S: trus saya harus gimana donk? harus ke kemendagri?
CS: ngga usah, ibu ke kelurahan aja, nanti saya kasi print out data ibu yang di kemendagri sebagai bukti. Nanti di kelurahan, ibu minta datanya diupdate.
S: prosesnya berapa lama tuh mba?
CS: saya kurang tau juga bu, nanti klo sudah update ibu dateng lagi kesini tapi ga usah antri. Saya kasih note di antriannya biar ibu bisa diprioritaskan.
S: oh gtu ya. Oke deh. Makasih ya mba.

Tujuan saya selanjutnya adalah kelurahan dekat rumah saya. Tapi sebenarnya sih saya masih bingung, kenapa buka rekening aja harus based on data di kemendagri. Biasanya hanya bermodalkan KTP dan NPWP saja, saya sudah bisa buka rekening di bank. Itu bank swasta sih, apa iya prosedur di bank pemerintah memang seperti ini? Sampai di kelurahan, saya kebetulan ketemu petugas yang mengurus pembuatan KTP dan KK saya waktu itu. Dia bilang, KTP dan KK itu datanya diambil dari kemendagri jadi kalau data di kemendagri ga update, mana bisa saya revisi KTP ibu kemarin. Mungkin database di bank nya yang belum di refresh atau update jadi data yang masuk masih data lama. E-ktp sudah update data maksimal 2 minggu setelah e-ktp jadi dan ktp saya ini sudah sebulan lebih ada di saya. Diantara kebingungan saya, suami nelpon nanya progress yang saya lakukan hari ini. Setelah saya ceritakan, dia sih ga kaget klo dipersulit. Jadi dia saranin untuk datang ke bank BNI cabang alam sutra setelah makan siang trus bilang mau buka rekening, jangan bilang mau ngurus jamsostek. Dan liat apakah prosedurnya sama kaya di bank BRI atau tidak.

Meluncurlah saya ke bank BNI dan wouw antriannya banyak bangetss. Saya dapat no. antrian 58 dan yang sedang dilayani baru no. antrian 35. Kayanya sih bakalan lama nih. Pas giliran saya, saya langsung bilang klo mau buka rekening baru dan CS lalu minta ktp dan npwp saya. Ga lama kemudian, rekening saya jadi dan saya ditawarin untuk buat internet banking atau mobile banking. saya sih lebih prefer internet banking, lalu dibilang harus bayar 10ribu untuk tokennya. Tapi tiba2 mba CS nya nanya gini "mmang ibu mau transaksi milyaran?", lalu saya jawab aja pertanyaan aneh itu dengan agak kaget dan spontan "yaa klo ada sih ga bakalan transaksi pake bank ini juga sih mba", lalu mba CS nya bilang " klo gtu pake mobile banking aja bu". Ah sudahlah malas debat, di iya in aja biar cepat. Sudah 3 jam disini dan saya sudah lelah. Semua rekening tabungan saya pasti ada fasilitas internet bankingnya biar lebih mudah dan ga pernah tuh saya ditanya seperti itu tiap kali saya request. Lagi2 saya pikir, mungkin begitu pelayanan di bank pemerintah. Jauh sekali bedanya dengan bank swasta (maap klo ada yang tersinggung tapi ini bukan khayalan tapi real terjadi). Dan saya juga tidak ditanya "ada lagi yang bisa kami bantu?", jadi saya insiatif aja nanya tentang pencairan BPJS. Lalu mba nya bilang bisa dan untuk lebih jelasnya bisa tanya ke security. Ini yang antri juyg banyak yang ngurus BPJS ko bu. Weleh di over lagi ke security donk. Setelah dapat info tentang dokumen dan no antrian yang ternyata udah bisa diambil dari jam 6 pagi dan per harinya bisa ngurusin 70-100 orang peserta, saya akhirnya pulang dan niatnya selasa depan saya mo antri lagi.

Oiya dan ternyata buka rekening di bank BNI ga perlu ngeliat data dari kemendagri, cukup based on KTP dan NPWP saja. Jadi terjawab sudah kebingungan saya tentang antrian di bank BRI yang sepi itu dan saya rasa kalian pun sudah tau alasanny dari cerita saya diatas. Kenapa di BRI tidak ada yang antri sedangkan di BNI membludak sekali yang antri, padahal posisi mereka saling berdekatan.

Sambung ke part selanjutnya ya dan semoga menjadi part akhir proses pencairan ini....

Rabu, 20 April 2016

Mencairkan Jamsostek aka BPJS Ketenagakerjaan... (part 2)

Part ini mo bahas pencairan BPJSTK via e-klaim. Setelah ngeliat antrian yang agak menyeramkan dan tidak aman untuk ibu hamil seperti saya, maka saya mencari alternatif lain untuk mencairkan saldo BPJSTK. Mulai dari minta tolong biro jasa (ini ga bisa ya..), minta tolong gojek (ga mungkin..), sampai minta tolong suami (eh tapi kesian... jadi cuti kerja). Akhirnya setelah search sana sini, maka ketemulah dengan sistem e-klaim ini. Surat disnaker sudah ditangan berarti tinggal registrasi online, scan semua dokumen, dan upload data.

Ternyata upload data via e-klaim ini ga segampang yang saya bayangkan. Ada aja kendalanya, silahkan dibaca:
1. setiap dokumen yang diupload ga boleh lebih besar dari 100kb, klo ada dokumen berwarna kan otomatis byte nya lebih besar jadi harus di resize dulu sampai kurleb 100kb lah.
2. udah upload data semua, pas mo disimpan ternyata data gagal disimpan. yang ini sih bisa terjadi berkali2 dan bikin emosi. uploadnya klo ga pagi banget, ya malem banget. Mungkin pas jaringan sistemnya ga sibuk kali yah.
3. berhasil disimpan, sudah di email sama BPJSTK klo data berhasil direkam dan tinggal menunggu konfirmasi dari cabang, eeehhh.. ada email lagi dari e-klaim klo data yang kita upload tidak sesuai (misal: nama ibu kandung tidak seusai antara KK dan sistem, tanggal lahir tidak sesuai dengan KK dan KTP,...). Nah loh, bingung kan kenapa data yang kita punya bisa tidak sesuai dengan sistem mereka. Ini sih yang salah bukan kitanya tapi HRD kantor yang mungkin waktu input data melakukan kesalahan atau tidak lengkap karena data yang diinput kolektif. 

Untuk kasus yang no.3 diatas, saya akhirnya menelpon call center BPJSTK untuk mencari solusi. Karena solusi yang saya dapat dari searching di google adalah datang ke kantor cabang BPJSTK, minta surat untuk memperbaiki data yang ditujukan ke HRD kantor lama kita, surat diberikan ke HRD dan tinggal tunggu HRD nya yang ke BPJSTK untuk melakukan perbaikan data. Tapiii saya sih males deh urusan sama HRD lagi, terakhir pas ngurus surat disnaker aja rempong dan tidak membuahkan hasil sampai akhirnya harus jalan sendiri ke disnaker. Apalagi minta tolong untuk perbaikan data, ini sih malah bisa ga diurusin, ya secara sudah bukan karyawan kan jadi ya ga gtu penting. Makanya pas solusi dari call centernya adalah dengan saya datang sendiri ke BPJSTK tempat kartu saya didaftarkan oleh kantor dan membawa KTP serta KK asli untuk diperbaiki datanya, sayaaa sihhh senang sekali.

Supaya masalahnya cepat selesai, maka pergilah saya ke BPJSTK cabang slipi. Wuihh.. antriannya lebih manusiawi, jelas, dan adem. Saya langsung tanya ke securitynya buat no. antrian perbaikan data dimana. Dan langsung ditunjukkan, jadi saya tinggal minta ke cs nya dan nunggu. Nunggunya pun ga lama loh, cuma beberapa menit langsung dipanggil dan dibantu perbaikan datanya dengan menunjukkan KTP dan KK asli. Saya kan punya 2 kartu dari 2 kantor yang berbeda dan kemarin pas upload ternyata kedua kartu saya datanya salah, jadi maksud hati mau benerin keduanya gtu biar sekalian beres. Ternyata oh ternyata, perbaikan data kartu harus datang ke cabang BPJSTK tempat dimana kartu itu didaftarkan oleh kantor. Oalahhh... rempongnya tetap donk. Jadi kartu saya yang satunya cuma dicek doank dan dikasi tau klo datanya bukan salah tapi tidak diisi lengkap dan saya harus datang ke cabang BPJSTK di gambir donk. Akhirnya saya pergi ke cabang BPJSTK gambir dan melakukan prosedur yang sama. Posisi cabang yang satu ini agak ga jelas jadi sebaiknya nanya ke tukang parkir atau security daripada nyasar. Prosesnya sama, tempatnya enak dan manusiawi. Selesai sudah perbaikan data saya berarti tinggal lanjut upload data ulang donk.

Oh iya.. sambil nunggu di kantor BPJSTK cabang gambir, saya iseng nanya ke securitynya tentang antrian. Ternyata antrian lebih manusiawi karena, mereka hanya membuka pengambilan no. antrian per hari (tidak ada sistem booking) dari pagi sampai kuota antrian habis. Jadi klo mo dapet no. antrian harus datang dari pagi, klo kesiangan dan udah habis ya harus datang lagi besok paginya. Ya pantes sih ga rusuh. Tapi pelayanan mereka per orangnya juga lumayan cepat sih jadi antrian tidak begitu menumpuk. Dan saya juga melihat no antrian yang berbeda antara yang e-klaim dan non e-klaim. Yang e-klaim hanya sekitar 18 nomer (hampir sama dengan yang di cabang slipi) dan itupun sudah beres terlayani semua. Berarti kesempatan saya untuk daftar via e-klaim masih cukup besar untuk cepat dilayani. Mungkin karena banyak yang belum paham cara menggunakannya atau keburu emosi karena upload data yang gagal melulu.

Okeee.. kita upload ulang semua dokumennya. Berhasil upload, berhasil save, dan udah di email juga klo data berhasil direkam, berarti tinggal tunggu email konfirmasi dari e-klaim perihal kapan harus datang ke cabang BPJSTK (yang dipilih) untuk verifikasi data. Oiya, karena saya upload datanya pagi berarti paling telat saya akan menerima emailnya besok malam jam 19.00.

Tunggu punya tunggu, emailnya ga kunjung datang donk setelah 2 minggu menunggu (ga kaget lah, udah biasa diginiin.. T_T). Terus saya harus ngapain donk? Udah bolak balik kantor BPJSTK, telpon call center (yang lama bener diangkatnya,bisalah sambil tiduran), upload data berkali2. Hayati lelah bang... T_T Googling dan menemukan kasus yang sama dan belum ada solusinya. Coba telpon kantor cabang  dan ga diangkat tapi malah dimatiin, telpon call center dan ga diangkat juga, masa iya harus datang lagi ke kantor cabang BPJSTK? Ya ampun mengambil hak sendiri aja segini susah ternyata.

Akhirnya saya datang lagi ke kantor cabang BPJSTK BSD bawa dokumen lengkap. Tapi loh kok sepi bingitsss kantornya. Tanya ke security langsung dan dijelaskanlah klo sekarang claim BPJSTK tidak ke kantor BPJSTK tapi langsung ke bank2 yang bekerjasama dengan cabang tersebut. BPJSTK BSD ini kerjasama dengan 2 bank (BNI dan BRI) cabang tertentu saja. Ada list alamatnya ko, tinggal foto dan pilih yang terdekat dengan area kita aja. Saran dari securitynya, karena udah siang pas saya datang jadi mending klo mau ke bank nya hari ini untuk survey dan tanya2 dulu aja, takutnya udah rame yang antri. Kebetulan pas pak securitynya cek dokumen saya udah lengkap, jadi klo pas hoki bank nya lagi sepi kan tinggal langsung dilayani --> begitu katanya sih (yah semoga deh..).

Jadi perjalanan saya selanjutnya adalah mencoba via Bank, ini di part 3 aja yak soalnya per hari ini masih proses dan belum cair.

*update*

Sempat coba bikin laporan juga di website LAPOR! mengenai eklaim yang tidak kunjung memberikan kepastian, tapi ga berharap banyak bakal ditanggapi sih. Dan benar aja setelah 10 hari kerja baru deh dapet tanggapan mengenai eklaim ini.

Mencairkan Jamsostek aka BPJS Ketenagakerjaan... (part 1)

Wuihhh... ternyata udah lama juga ga buka ini blog. Harap maklum ya, lagi persiapan buat menyambut dd bayi pertama. Jadi lagi rempong2nya. Tapi kali ini bukan mo bahas tentang perintilan nikah ato persiapan dd bayi tapi mau bahas soal BPJSTK.

Agak kutu loncat dikit topiknya, ya gpp lah yaaa.. Mana tau bisa bantu teman2 diluar sana yang sedang pusing2nya dengan pencairan BPJSTK yang maha rempong. Mana ada kaya semacam aturan baru yang tidak terpublikasikan tapi sudah berjalan dan belum banyak juga yang tau klo ga datang langsung ke kantor cabang BPJSTK.

Jadi, sejak setelah menikah dan tau kalau saya hamil maka diputuskan lah untuk berhenti bekerja mengingat kondisi fisik dan kandungan yang tidak begitu kuat. Beralih ke profesi menjadi ibu rumah tangga dan pengelola keuangan keluarga. Iseng2 buka website BPJSTK untuk ngecek saldo akhir setelah berhenti kerja dan ga berharap banyak sih. Dipotong cuma sekian persen dari gaji lalu ditotal dari tahun saya bekerja 2008-2015, berapa sih hasilnya tapi ya lumayan lah buat iseng2 pengen tau kan. Ternyata saldo akhirnya bikin saya shock, HAH?! LOH?! MASA IYA?! gede banget ternyata. Wesss... langsung deh berencana untuk dicairkan, lumayan lah buat tambahan modal usaha nanti.

Saya mulai searching pengalaman orang2 mencairkan dana BPJSTK ini, mulai dari syarat sampai cabangnya. Sudah lengkap data yang saya punya dan cabang mana yang akan saya datangi, maka meluncurlah saya ke cabang BPJSTK di jl. serpong raya (Cabang BSD) dekat lampu merah perumahan summarecon serpong. Gedungnya dipinggir jalan, agak nyempil tapi keliatan ko karna warnanya ijo sendiri.

Besoknya saya bangun jam 8 pagi dan setelah siap2, saya langsung meluncur ke kantor BPJSTK dan kira2 sampai di tempat pukul 9 kurang. Tapi alamak antriannya amburadul, full, dan berantakan. Semacam kaya mo antri beli tiket nonton bola di GBK. Mana saya lagi hamil muda dan takut kesundul orang2 yang terlihat berebut no. antrian. Akhirnya saya ngalah ajalah, duduk bentar sambil nunggu sepi baru deh maju. Nunggu sekitar 1 jam an, ga lama orang2 itu berangsur bubar dan meja satpam pun mulai terlihat jelas. OK deh saatnya saya yang maju!!! Siapin dokumen dan mental (halah... hahaha).

Berikut pembicaraan saya dengan satpamnya:
Saya (S), Pak Satpam (PS)

S: Pak, saya mau cairin saldo jamsostek gimana caranya ya?
PS: Oh bisa, syaratnya kartu jamsostek asli, ktp asli+fc, kk asli+fc, paklaring (surat berhenti bekerja dari perusahaan), surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan ke dinas ketenagakerjaan, buku tabungan asli+fc halaman paling depan aja. Sudah dibawa semua?
S: Sudah pak.. Ini sudah saya jadiin satu di amplop.
PS: Saya cek dulu ya. Iya sudah lengkap ini dokumennya, ini form untuk pencairannyanya dan tolong isi buku ini (sambil nyodorin buku gede) untuk no. antriannya. 
S: (pas saya tulis, saya dapat no.urut 83.. weeww jauh aja). Udah nih pak.
PS: no. 83 ya. Nanti datang lagi tanggal 3 Dec buat verifikasi data.
S: (Eh hah loh kok... jauh amat!!! ini baru bulan nov loh) Pak, itu no antrian buat bulan dec? yang sekarang ga ada?
PS: iya betul mba, ambil no antriannya sekarang tapi verifikasi datanya nanti sesuai urutan yang didapat. Ini aja di meja saya masih numpuk file yang belum masuk verifikasi data hari ini. Per hari cabang ini cuma melayani 100 orang saja. Jadi dari pagi sampai jam 10, orang2 pada datang untuk ambil no antrian. Lewat dari jam 10, harus datang besok lagi karena tidak akan dilayani pengambilan no nya.
S: oohh gtu... lamaaa ya pak. Ok deh, makasih pak.

Nah kan, ternyata setelah peraturan pemerintah yang baru itu keluar dimana uang bisa cair 100% jika kondisi sudah tidak bekerja lagi minimal masa tunggu 1 bulan, maka orang2 berusaha untuk cairin saldonya sebelum peraturan berubah lagi. Termasuk saya sih salah satunya. Tapi kerempongan ini belum berakhir teman2 (akan dibahas di part 2, 3,... sampai cair).

Pada tanggal 3 Dec, sesuai no antrian saya datang lagi dengan membawa dokumen lengkap. Tapi kali ini saya dianter suami karena mo sekalian cek hamil. Saya datang agak siangan karena menunggu dsog di rumah sakit yang tidak kunjung datang. Pas saya tiba dan menyerahkan dokumen serta form, pak satpamnya bilang klo no saya tadi sudah dipanggil dan kelewat, alhasil saya disuruh nunggu sampai dipanggil kembali. Sekitar 1 jam, no saya tidak juga dipanggil dan rumah sakit menelpon bahwa dokter sudah datang dan hanya bisa menunggu sekitar 1 jam, maka saya negosiasi dengan satpamnya perihal ini dan ternyata kata satpamnya "ditunggu sampai jam 4". Okelah langsung cus ke rumah sakit lalu balik lagi kesini. Untung jaraknya dekat jadi bisa mondar mandir. Kembali dari rumah sakit, pak satpam lagi2 bilang klo no saya sudah dipanggil. Jadi berkas saya langsung diambil dan ditaruh didalam karena memang tinggal punya saya aja yang harus di verifikasi. Ga lama kemudian saya dipanggil untuk verifikasi data, ternyata oh ternyata data saya masih kurang 1 lembar yaitu surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan ke disnaker dan materai saya ternyata udah kadaluarsa (omaigat..), dan ternyata hari itupun system mereka sedang offline jadi tidak bisa cek data2 saya. Saya disuruh balik lagi tapi ga pake no antrian setelah data lengkap, petugas memberikan paraf dan keterangan dibagian bawah salah satu dokumen. OKE lah.. ternyata hari kedua ini pun belum juga membuahkan hasil.

BTW, berikut keterangan dokumen2 yang diperlukan:
1. Form BPJS -- bisa minta ke satpam dan diisi di tempat, jangan lupa bawa materai 6ribu yang model baru.
2. KTP -- harus ada aslinya dan fc. Nama harus sesuai antara KTP, KK, dan surat2 lainnya.
3. KK -- asli dan fc harus ada.
4. Paklaring -- surat berhenti bekerja dari perusahaan, setiap satu kartu jamsostek harus punya satu paklaring (jika perusahaan beda2 dan kartu jamsosteknya ada lebih dari 1).
5. Kartu peserta jamsostek. Dibawa semua asli, jika punya lebih dari 1 kartu.
6. Surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan ke dinas ketenagakerjaan -- kalau yang ini saya urus sendiri tidak melalui perusahaan, karena hrd perusahaan pun banyak yang tidak ngerti mengenai hal ini. Jadi saya datang langsung ke disnaker yang dekat dengan kantor lama saya dengan membawa paklaring asli + fc 2 lembar. Nanti sama petugasnya akan di stempel, asli buat kita - fc 1 buat bpjstk - fc 2 buat dokumen disnaker.


Saran saya sih kalau mau lebih jelas, datang saja ke kantor cabang BPJSTK mana aja dan minta info dari securitynya. Setiap cabang itu beda2 aturannya. Kalau di cabang tangerang ini, no antrian boleh ambil pake sistem booking. Tapi di jakarta, waktu saya ke cabang di slipi, no natrian baru boleh ambil per hari dan dibuka dari pagi sampai quota no antrian per hari habis.

Jangan lupa bawa pulpen, materai agak banyakan, amplop coklat buat dokumen, dan baju yang santai. Karena ga setiap cabang antriannya di dalam ruangan dan ber AC, kalau membludak bisa sampai keluar gedung dan panass.

Yak.. part 1 telah selesai, lanjut ke part 2.


Jumat, 19 Februari 2016

Hunting Wedding Venue di Daerah Tangerang

Hunting tempat buat resepsi itu ternyata susah yaa. Apalagi dengan budget yang super ketat tapi maunya tempat yang bagus dan berkesan. Diperparah lagi dengan keinginan gue dan cami yang beda banget, gue maunya outdoor dan dia maunya indoor. Yaa emang sih, bulan november itu identik dengan hujan. Tapiii kan klo outdoor bagus2 gimana gtu. Oiya, akhirnya kita memutuskan mengadakan resepsi walopun beda sebulan dari akad nikah (yeayy...).

Jadi waktu menentukan venue, kita harus mikirin jarak dari rumah ke venue dan apakah venuenya mudah dijangkau oleh tamu undangan serta vendor (ga pake nyasar dan nyusahin), sesuai dengan budget, dan yang pasti tempatnya bagus. Dan mulailah kita setiap weekend mencari tempat yang "dianggap' mudah itu. Klo weekdays nya ya hunting lewat google aja buat referensi.

Berikut review beberapa tempat yang sempat kita datangin (karena waktunya mepet jadi hanya beberapa deh):

1. Djoglo Ageng.

Ini lokasinya ada di daerah ciputat. Aksesnya agak susah karena bukan di jalan utama. Dan nama tempatnya pun ga gtu keliatan jadi bawa kendaraannya harus pelan2 biar ga kelewatan. Bentuk bangunan dari depan sih seperti rumah biasa dengan tembok gerbang yang agak tinggi sehingga menutupi bangunan di dalamnya. Bangunannya jawani banget dan semi outdoor. Mereka menyediakan paket sewa (catering, dekorasi standard) berdasarkan tamu undangan start from Rp 45 juta. Kalau mau liat bagian dalamnya pastikan buat janji dulu ya, takutnya yang jaga lagi ga ada. Parkirannya bagian dalam sempit tapi katanya sih nanti disediakan parkir di bagian samping (belum pernah liat sih..). Oiya, disini rekanannya hanya 2 dan klo mo bawa dari luar pihak Djoglo Ageng harus melakukan test food terlebih dahulu.

2. Aula Masjid Shiraatal Mustaqien.

Masjidnya terletak di dekat exit tol serpong dari arah karawaci. Kalau ga salah sih ini masih punyanya jasa marga. Pas datang survei kesana, nyari penjaganya sampe ke tower karena ga ada orang sama sekali. Pas ketemu lalu diantar lewat pintu belakang ke bagian sekretariat nya. Setelah ngobrol2 dan ditunjukkin area aula yang akan dipakai, lalu kemudian ngomongin harga sewa yaitu sekitar Rp. 13,5 juta (fasilitas standard). Parkir luas, aulanya bagus, rekanannya juga oke2.

3. Aula Masjid Raya Asmaul Husna.

Masjidnya cantik banget lokasinya ada di daerah perumahan gading serpong. Harga sewanya Rp 10 jt (weekdays) dan Rp 13,5 jt (weekend). Yang bikin ga sreg karena ceilingnya rendah dan harus DP 50% dulu baru bisa melakukan test food.

4. The Spring Club.

Ini masih di area perumahan gading serpong. Tempatnya sih keren banget. Punya 3 ruangan yang bisa di buka berdasarkan jumlah tamu undangan. Harga paketnya mulai dari Rp 75 juta (overrrr budgetttt). Pas kita datang sebenarnya lagi ada acara resepsi tapi karena cuma pake celana pendek ya ga jadi liat2 deh. 

5. Grand Serpong Kitchen.

Lokasinya di jalan raya Serpong dekat bunderan alam sutera, ada di pinggir jalan. Gedungnya warna dominan merah khas resto chinese gtu. Tempat yang dipakai ada di lantai atas dan sepertinya agak sempit, apalagi tangganya lumayan tinggi. Kasian sama yang udah sesepuh klo harus naik turun tangga itu. Harganya klo ga salah sih per pax start from Rp 119 ribu. Tapi lupa minimal harus ambil berapa. Oiya, disini dalam sehari bisa ada 2 pesta dan dalam waktu yang sama lohhh. Jadi tambah rame kan (hehehe..0

6. Hotel Soll Marina.

Lokasinya masih di jalan raya serpong juga. Tempatnya bagus sih cuma kayanya tamu undangannya ga bisa banyak2 karena sempit. Parkirnya pun susah. Harga paket mulai dari Rp 25 jt.

7. Alam Sutera Sport Center.

Lokasinya pasti di Alam Sutera donk yah yang ini. Harga sewa tempatnya mulai dari Rp 6 juta (semi outdoor) dan harga paketnya mulai dari Rp 24 juta. Sehari bisa ada 4 acara (pagi, siang, sore, dan malam). Jadi yang dekor harus buru2 deh itu persiapannya tiap kali ganti acara. Dan fasilitas umum seperti berenang tidak ditutup ya walopun ada acara kaya gini (resepsinya plus pemandangan orang2 berenang). Dan karena lumayan murah, semua tanggal dan waktu udah full book teman2.

8. Alam Sutera Club House.

Lokasinya masih di dalam alam sutera. Klo dari sport center masih harus masuk ke dalam lagi. Susahnya sih karena ga ada kendaraan umum yang lewat. Tapi tempat ini hanya menyediakan 1 acara per harinya. Jadi tempat bisa dipake dari pagi sampe malem. Harga sewanya Rp 8 juta. Rekanannya cuma 3. Tapi tempatnya bagus dan semi outdoor. Klo lagi ga musim kemarau sebenernya sih ada pemandangan danaunya.

9. Palem Semi Sport Center.

Lokasinya di perumahan palem semi tangerang. Harga sewanya Rp 6.5 juta. Ruangannya ada di bagian atas, dibawahnya ada kolam renang dan fasilitas umum tidak ditutup walopun ada acara. Ga sreg sama tempatnya karena selain harus naik tangga, ruangan yang disewakan ada 2 sehingga antara pelaminan dan tamu terpisah (yang satu ruang prasmanan dan yang satu ruang pelaminan).

10. Gedung Heartline.

Lokasinya ada di daerah perumahan karawaci. Ini mah 5 menit banget dari rumah. Tapi parkirannya sempit, kalopun overload bisa parkir di pinggir jalan. Sebenarnya sih klo di dekor lebih, tempatnya jadi bagus. Ga punya rekanan. Tapi tanggal yang dimau sudah full book. Harga sewanya mulai dari Rp 4,850 jt.

11. Masjid Walikota Jakarta Barat.

Lokasinya di kantor walikota Jakarta Barat dan tempat ini paling susah ketemu sama sekretariatnya apalagi via telpon. Ternyata setelah tanya sana sini, ya harus punya kenalan orang dalam atau keluarga dulu baru lebih gampang prosesnya. Setelah beberapa kali datang dan ga ketemu juga tapi ada orang yang ngasi no telpon pengurusnya. Jadilah di telpon langsung dan ternyata tempatnya udah full book sampai tahun 2016 (gileeee ya ndrooo...). Sewa nya murah sih cuma Rp 3 juta. Rekanannya banyak, parkirnya luas.

12. Omah Kebon.

Klo yang ini lokasinya di Bekasi. Ga sempat survei sih tapi karena punyanya temennya temen cami jadi dikirimin penawaran via email. Harga sewanya Rp 13.5 juta dan outdoor.

Tempat2 lainnya hanya nanya via telpon, karena kebanyakan untuk tahun 2015 sudah full book jadinya tidak di survei. Dan karena keterbatasan waktu juga sih.

Oiya akhirnya dari 12 tempat tersebut, kami memilih di Alam Sutera Club House karena memang kita maunya semi outdoor tapi dengan plan A dan plan B supaya acara tetap jalan walopun hujan turun. Dan cuma tempat itu yang setelah diitung2 budgetnya masuk, tempatnya bagus, dan tanggal yang kita mau masih available.

Sebenernya sih mau masukin beberapa foto sebagai gambaran (foto nyari di google ya) tapi kayanya lagi error ini blognya, nanti diupdate lagi ya klo udah bisa. Ato mungkin ada yang mau tau paket2nya dari tempat tersebut apa aja, boleh kirim email, nanti diusahakan dibales.

Happy huntinggg....

Selasa, 16 Februari 2016

Menikah... SIAP GRAK!!!

Jadi ceritanya di lebaran tahun 2015 kemarin, gue dan cami memang berencana untuk ngomongin soal nikahan (ciyeee... akhirnya) ke keluarganya dia di malang. So, pergilah kami ke Malang naik kereta api (yess.. kereta men). Dan tanggapan dari ortunya dia pada saat kita diskusi adalah "yasuda disegerakan saja klo memang sudah ada niatnya" (yeyeye lalala...).

Lalu gue dan cami mulai diskusi soal kapan akan dilaksanakannya, mengingat keluarga kami yang sama2 di luar kota (dia di malang dan saya di kalimantan). Cami bilang harus minta dicariin tanggal dari orang2 tua menurut hitungan jawa biar nikahannya langgeng. Okeehh jadilah dia minta dicariin ke mbahnya dan gue minta nenek cariin berdasarkan hitungan kalender tiongkok (iyesss saya masih ada keturunan). Suatu hari didapatlah tanggal yang berdasarkan hitungan itu, yaitu 2 Oktober 2015 dan 16 September 2016. Heee.. yang satu terlalu deket (belum kekumpul duitnya... hiks) dan yang satu lagi kenaapaaa jauh sekaliii (hiks.. hikss..). Akhirnya setelah melalui perdebatan, negosiasi, berantem, diem2an, kami memutuskan untuk melaksanakan akad nikah di 2 Oktober 2015 (akad aja ya, belom resepsinya..).

Tapi masalah nyatanya ga cuma itu donk. Sekarang masalahnya tempat akadnya mau dimana. Di rumah atau di masjid atau malah gampangnya aja deh di KUA. Kan tiap tempat pasti ada plus dan minusnya. Misalnya kalau acara diadaain di:

*Rumah:
(+) gratisss.. ga perlu bayar sewa tempat, tinggal ijin sama pengelola perumahan aja.
(+) persiapan bisa jauh2 hari.
(+) tidak terikat waktu pelaksanaan acara (tamu bisa leha2..).
(- ) rumahnya jadi agak berantakan.
(- ) parkirannya agak susah, numpang2 di depan rumah tetangga atau agak jauhan dikit ke tanah kosong.
(- ) takut penghulunya nyasar.

*Masjid:
(+) penghulu ga takut nyasar.
(+) parkiran tersedia.
(+) semua peralatan sudah disediakan oleh pihak masjid.
(- ) waktunya terbatas, misal hanya 2 jam atau 3 jam. Apalagi acara gue itu hari jumat, pasti cuma boleh bentar karena harus persiapan sholat jumat.
(- ) ada biaya sewa dan lainnya.
(- ) ga bisa bikin prasmanan, jadi hanya nasi kotak (irit sihh.. hehe)

*KUA:
(+) GRATISSSS... ga perlu siapin apa2, yang penting datang aja bawa keluarga.
(- ) Yaaa... hanya muat buat keluarga kan, secara tempatnya agak imut2. hehehe...

The choices is your guys... Tapi kalau kita sih akhirnya memilih untuk acara akadnya di rumah saja. Supaya, buat yang mau menunaikan ibadah sholat jumat bisa pergi ke masjid dan bisa balik lagi untuk kumpul dan makan siang.

Setelah tanggal dan tempat selesai, maka masalah selanjutnya adalah duit (jeng... jeng... jeng...). Menikah di rumah itu sebenarnya sih ga perlu biaya gede2, pasti ada aja yang ngasi sponsor (duhh aminnn.. aminnn) tapi kita tetap menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk persiapannya. Kan ga mungkin bikin acara di rumah tapi rumahnya ga ditutup tenda, makanannya tetap nasi kotak, dan lain2. Berbekal pengalaman kerja cami di bidang EO dan otak kreatip gue (hahaha...) maka semua perintilan ini akan kami siapkan berdua saja tanpa minta bantuan keluarga (kan keluarganya jauh, jadi takut merepotkan). Kalau disiapkan berdua jadi lebih tau berapa budget yang harus disiapkan, mana yang over budget dan harus di review ulang dan mana yang on budget atau malah jadi ketahuan mana yang bisa minta gratisan. 

Semua persiapan dari ngurus surat ke KUA, seserahan, cincin, busana dan tata rias akad, catering, dan mendekor rumah pun kami lakukan berdua. Ga exactly berdua banget sih, ada teman2 vendor yang bantu juga. Tapi tugas ngurusnya kita bagi dua biar jalannya lebih cepat. Yang paling bikin seneng selain acara akad nya yang sukses, juga budgetnya yang tetap on track. Tidak berlebihan dan tidak kekurangan (PAS!!!). Penting banget mengontrol budget disini karena sebenernya pengeluaran yang paling besar itu ada setelah nikahnya. Kita sih sebisa mungkin mulai dari akad sampe ke resepsi harus pake duit sendiri. Itu kenapa diatur sedemikian rupa supaya tidak terlalu over. Tapi nanti gue pasti review satu2 vendor yang ngebantu di acara akad sampai ke resepsinya.

Karena semuanya diurus berdua tanpa bantuan keluarga (capeng sekaligus wo..>_<), jadi kalau ditanya kapan capengnya istirahat atau perawatan diri? atau kan harusnya ga boleh ketemu, dipingit gtu... jawabannya adalah capengnya ga pake ritual perawatan diri dan di jam 1 dini hari aja (padahal akad di pagi hari jam 8) gue masih merangkai bunga dan cami masih masang2 tenda (hihihi...). Kita maunya acara akad ini sederhana tapi khidmat dan ga berantakan. Yah walopun masih ada kekurangan dikit2 di hari H, yang pasti kerja keras kita terbayar dengan pujian dari keluarga dan tamu yang datang. Ga nyangka aja dengan budget yang cukup di press tapi hasilnya tetap bagus dan memuaskan.

Jadi buat kalian yang ingin menikah tapi ngerasa berat di biayanya. Sebenarnya semua bisa diatasi, yang penting dari pihak wanita dan dari pihak pria harus tau dulu budget yang ada berapa dan apa saja harus dipersiapkan. Juga berdua harus mau saling bantu, jangan mikirnya hanya "kan cowoknya yang harus biayain semuanya". Nikah kan bedua berarti harus sama2 mengeluarkan biaya (duh.. maap klo ada yang tersinggung). Itu sih prinsip kita bedua, makanya kita ga ngerepotin keluarga dan mostly 99% budget dari kita bedua. Yang 1% nya itu sponsor dari keluarga. Selain biaya, waktu persiapannya pun bisa memicu terjadinya pertengkaran loh. Malah ada yang sampai ga jadi nikah dan itu juga hampir terjadi di kita. Tapi banyak2 doa, klo lagi berantem inget usaha yang sudah dilakukan sejauh ini, dan niat serta tujuannya menikah apa. Jangan cuma gara2 ga setuju sama warna tendanya trus ga jadi nikah (yaelahhh...). Nikah itu ibadah juga kan, menjauhkan dari perbuatan dosa. Dan yang penting juga harus siap lahir dan batin.

Senin, 15 Februari 2016

Kenapa Namanya CeritaMieGoreng???

Kenapa mie goreng? kenapa ga mie ayam? mie bakso? mie yamin? mie ini... mie itu.. Karenaaa dari semua mie yang ada, cuma mie goreng yang sanggup meruntuhkan pertahanan untuk tidak makan mie selama sebulan (hahaha..)

Tapi selain kecintaan sama mie goreng dan teman2 mie lainnya, sebenarnya menurut filosofi tiongkok, mie punya arti doa agar selalu panjang umur. Itu kenapa di setiap perayaan seperti ulang tahun pasti ada sajian mie nya. Yaah walopun sebenarnya mie itu sendiri ga gitu sehat buat dikonsumsi kalau kebanyakan. Entah karena bumbunya yang mengandung msg (mecin), mie nya diolah pake air abu (bahaya buat yang sakit maag), dan karena satu mangkok mie sama aja dengan 2 piring nasi (klo ga salah sih). Apapun alasannya baik ataupun buruk, sapa coba yang ga tergoda klo mencium bau indomie goreng.

Jadi kenapa namanya cerita mie goreng? karena selain cinta banget sama mie goreng, pengennya sih punya blog yang selalu diinget, disukai, dan long lasting aja (hihihi...).